SISTEM POWER AMPLIFIER
Power Amplifier secara umum adalah suatu alat yang meningkatkan level sinyal atau membesarkan amplituda dari sinyal yang diumpankan kepadanya. Kualitas dari Amplifier ini banyak menentukan hasil akhir dari suatu car audio system.
![]() |
| Gambar 1.1 |
Struktur/sistem dari power Amplifier ini biasanya terdiri dari :
1. INPUT
Power amplifier mobil dewasa ini didesain untuk pemakaian dalam mobil, dengan voltage kerja antara 11-14,4 volt. Mempunyai Power Supply, input stage dan output stage. Fungsi dari power supply adalah menyuplai daya pada output section, Voltage DC(Direct Current) senilai 11-14,4 Volt yang masuk ke power supply dirubah menjadi pulsa dengan sangat cepat, untuk membuat AC (Alternate Current).
2. PROSES
a) Heat Sink (casing)
Fungsi dari Heat Sink ini adalah untuk menyerap dan membuang panas yang dihasilkan oleh transistor. Bahan pembuat dari heat sink ini umumnya adalah aluminium cor atau kadang digunakan pula tembaga.
b) DC Connector Terminals section
Pada sebagian besar Amplifier terdapat beberapa terminal untuk menyambung power input yaitu DC + konstan langsung dari terminal + (positive dari Accu), Ground or Negative (-) yang biasanya disambungkan dengan chassis mobil. Remote turn on/off berfungsi sebagai kabel kontrol untuk mematikan dan menyalakan power, yang dikontrol dari Head Unit.
c) RCA or High Level Terminal Input
Fungsi dari terminal ini adalah sebagai penghantar sinyal audio dari Head Unit ke Amplifier. Biasanya melalui kabel interconnect atau RCA. Kualitas dari kabel ini sangat penting, karena kabel yang baik dapat menghantarkan sinyal suara dengan baik. Sebaliknya kabel yang kurang baik akan merusak suara juga. High Input speaker terminal dipergunakan apabila tidak terdapat output RCA (low level) pada HU anda. Ada pula terminal khusus seperti pada product satu merk amplifiers yang memakai connector Symbilink, untuk memudahkan kita dalam menyetel power tersebut dengan memakai PC atau notebook.
3. OUTPUT
a) Speaker Output Connector.
Terminal ini adalah sebagai terminal keluarnya sinyal yang telah diperkuat. Biasanya terdiri dari terminal dengan tanda plus (+) dan minus (-). Ada pula petunjuk khusus untuk membuat power bekerja dengan kondisi mono (bridged).
DIAGRAM SYSTEM POWER AMPLIFIER
![]() |
| Gambar 1.2 Blok Diagram System Power Amplifier |





Tidak ada komentar:
Posting Komentar